Mahfud MD, penasihat gubernur DIY dan mantan hakim MK memberikan perhatian terhadap permasalahan yang dihadapi oleh hakim Mahkamah Konstitusi (MK). Terkait Dua sanksi teguran lisan yang diberikan pada Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat atas kasus dugaan lobi politik dengan anggota DPR serta pengiriman katebelece (surat pengantar dari pejabat untuk urusan tertentu) ke Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung terkait salah satu kerabat yang ingin menjadi jaksa dirasa banyak pihak cukup untuk membuat hakim tersebut mundur. Saat ditemui di Kompleks Kepatihan Kamis (1/2/2018) Mahfud memilih menyampaikan ungkapan tepo seliro sebagai sesama hakim. Mahfud tidak menyebut meminta Arief mundur justru menceritakan perumpamaan pengalaman yang dialami salah satu hakim MK terdahulu, Arsyad Sanusi, kala itu memiliki kebesaran hati untuk mundur dari jabatannya setelah anaknya menerima tamu berperkara di kediaman pribadi. Saat itu hakimnya (Pak Arsyad) tidak tahu, tapi karena anaknya menerima tamu itu maka tetap dilakukan sidang etik dan mendapat teguran, kemudian sebagai bentuk tanggung jawab moral, beliau mengundurkan diri. Mahfud sendiri tidak ingin mendorong Pak Arief (Hidayat) mundur karena itu kewajiban moral masing-masing, menceritakan kisah saat menjabat sebagai hakim MK beberapa tahun lalu. Saat itu enam bulan sebelum jabatannya habis, Mahfud dipanggil DPR dalam sebuah sidang di mana dewan menyatakan akan mempertimbangkan kembali dia sebagai Ketua MK. Pah Mahfud minta berhenti karena kan ini jabatan lima tahun sekali, sudah cukup satu periode. untuk menjaga marwah MK.
Warga Desa Tunggur Semanu Gunungkidul Risman bilang, akibat badai Cempaka yang melanda wilayah DIY, Selasa (28/11/2017), ratusan rumah warga di Kabupaten Gunungkidul terendam banjir. Pasca bencana tersebut, banyak anak masih merasa trauma takut akan hujan. Hal ini dikatakan Risma saat menerima kunjungan Himpunan Mahasiswa Teknik Perminyakan (HMTP) Universitas Proklamasi (UP) 45 Yoyakarta. Mahasiswa UP 45 tersebut bersama Komunitas Solidaritas Anak Bangsa (Sabang) ke lokasi bencana guna pendampingan bagi anak-anak korban banjir Gunungkidul, sekaligus mendistribusikan bantuan.
Tingkat hunian di daerah wisata Kaliurang diperkirakan hanya terpenuhi sekitar 50% selama libur akhir tahun ini. Hal ini disebabkan karena banyaknya wisatawan yang menginap di hotel wilayah perkotaan. Heribertus Ketua Asosiasi Perhotelan Kaliurang bilang, peningkatan hunian terjadi sejak jelang Natal dan akan memuncak pada malam tahun baru nanti. Jika dibandingkan tahun sebelumnya, kenaikan hunian mencapai 85%. Pada umumnya wisatawan lebih senang menikmati malam tahun baru di Kaliurang salah satunya dengan berjalan kaki menuju lokasi titik perayaan. Di Kaliurang sendiri tercatat ada 303 penginapan, terdiri dari dua hotel berbintang, 40 hotel non bintang, termasuk vila, wisma, dan pondok wisata. Setidaknya dariu ribuan kamar yang tersedia bisa menampung 5 ribu orang. Setiap kamar dipatok mulai Rp100.000 sampai Rp2 juta per malam. Kepala Dinas Pariwisata Sleman Sudarningsih menjamin ketersediaan kamar penginapan di Sleman mencukupi bagi wisatawan.



