Asisten Sekretaris Daerah
Kulonprogo bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Riyadi Sunarto meminta
seluruh calon tenaga kerja Indonesia asal Kulonprogo mengikuti dan memenuhi
semua syarat dan prosedur sesuai aturan. Karena bagi TKI ilegal akanmendapatkan
kesulitan perlindungan hukum di kemudian hari. Riyadi yakin petugas layanan
penempatan di Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans)
Kabupaten Kulonprogo akan bekerja secara profesional. Pemkab Kulonprogo sudah
tidak menyalurkan TKI untuk sektor informal, terutama sebagai pembantu rumah
tangga (PRT) di Malaysia dan negara-negara Timur Tengah. Direktur Perlindungan
dan Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri Direktorat Jenderal Pembinaan
Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapentasker)
Kementerian Ketenagakerjaan RI, Soes Hindharno bilang penyaluran TKI ke sektor
informal akan ditutup pada 2018 mendatang.(25/8/2015)
Lomba kreasi penjor di Alun-alun
Wates, Kulonprogo, Sabtu (22/8/2015) dimeriahkan tujuh perajin janur. Kegiatan
tersebut menjadi salah satu bagian dari rangkaian Festival Kesenian Yogyakarta
(FKY) Kabupaten Kulonprogo yang digelar sejak Sabtu hingga Selasa (25/8/2015)
mendatang. Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan
Olah Raga Kabupaten Kulonprogo, Joko Mursito
bilang, tujuh kelompok perajin yang berpartisipasi hari itu akan membuat
puluhan penjor dengan kreasi masing-masing. Perajin Suparno bilang, satu penjor dengan berbagai kreasi biasanya
dihargai sekitar Rp250.000. Tinggi dan bentuknya tidak terlalu mempengaruhi
harga. (25/8/2015)
