Dinas Perindustrian Perdagangan
Koperasi dan Pertanian Kota Yogyakarta menggelar razia beras plastic di empat
pedagang beras skala besar di Pasar Kranggan. Dalam razia tersebut tidak
ditemukan satupun beras plastik.Kepala Disperindagkoptan Kota Yogyakarta,
Suyana bilang, guna membuktikan beras
asli atau beras plastik, petugas menggigit bijih beras. Jika beras yang digigit
mudah patah dan berasa seperti terigu, maka dipastikan asli. Tapi kalau sulit
patah dan tidak berasa, patut diduga sebagai beras plastik. 26/5/2015)
Pemerintah Desa Tamanmartani,
Kalasan, Sleman mempelopori pembuatan pupuk murah dari limbah kotoran sapi dan
sampAH. Kepala Desa Tamanmartani Gandang Harjananta bilang, ide pembuatan
pengolahan limbah menjadi pupuk murah karena adanya keprihatinan mahalnya harga
pupuk dan keinginan petani di sini untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia. Pupuk
hasil olahan kotoran sapi dan sampah tersebut dijual murah kepada para petani
dan sebagian dijual ke luar wilayah dengan harga cukup terjangkau hanya Rp500
perkilogram.(26/5/2015)
