Larangan membuang sampah sudah
diatur dalam Perda No.10/2012 tentang Pengelolaan Sampah. Kepala DLH Kota Jogja
Suyana bilang, dalam perda tersebut mengatur soal sanksi di Pasal 41. Yang
membuang sampah sembarangan didenda Rp50 juta atau kurungan badan paling lama
tiga bulan. Menurut Suyana, Perda itu sudah lama disosialisasikan kepada masyarakat.Karena
itu, jika menemukan masyarakat membuang sampah sembarangan, DLH akan
menggandeng Penyidik Pegawai Negeri Sipil [PPNS] Satpol PP untuk diproses
sampai pengadilan dan dijerat tindak pidana ringan. OTT pembuang sampah
sembarangan dimulai 21 Februari, bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional
(HPSN). HPSN yang rutin diperingati sejak 2005 lalu bermula dari tragedi
longsornya tumpukan sampah di Lewigajah, Cimahi, Jawa Barat 2005 lalu. Tragedi
tersebut merenggut beberapa korban jiwa.
Secara nasional Kuartal IV 2017 dunia usaha mengalami kelesuan terutama di sektor padat karya dengan komoditas ekspor yang diproduksi. Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) DIY, Hermelin Yusuf bilang, kelesuan perekonomian terjadi hampir di semua daerah. Kenaikan upah minimum karyawan yang tidak sama antara daerah yang satu dengan yang lain, membuat kondisi semakin lesu. Selain itu turunnya margin keuntungan yang diperoleh pelaku usaha menjadi salah satu sebabnya dimana sekarang untuk ekspor banyak persyaratan yang harus ditempuh, sehingga membuat keuntungan berkurang.Sektor usaha yang cukup terasa dampaknya yaitu industri garmen.
Tim Disaster Response Unit (DERU)
UGM berhasil menembus wilayah Agats, Kabupaten Asmat, Papua setelah melalui perjalanan
panjang dan melelahkan. Pada hari Jumat (26/1), Rachmawan, mereka berpencar
untuk membantu penanganan KLB gizi buruk dan campak serta ikut memetakan
berbagai persoalan lain yang dihadapi warga Asmat dari persolan layanan
kesehatan, infrastruktur, teknologi hingga kondisi sosial budaya. Pemetaan
tersebut dilakukan dalam rangka pengiriman mahasiswa KKN UGM dalam waktu dekat.
Di Agats, ibukota Asmat, para perawat dan dokter anggota tim ikut serta
membantu penanganan pasien anak yang terkena kurang gizi. Sementara itu,
peneliti dari pusat studi energi juga melakukan pemasangan panel surya di
puskesmas distrik Sawaerma. Menuju distrik ini bisa ditempuh 50 menit lewat
speed boat dari Agats. Menurut Rachmawan dari 23 distrik yang ada di Asmat
hanya dua distrik yang terjangkau oleh PLN, sementara yang lainnya masih
menggunakan genset.Selain persoalan infrastruktur, minimnya moda trasportasi
dan jauhnya akses layanan kesehatan yang bisa dijangkau juga masih menjadi
kendala. Racmawan menyebutkan dari 23 distrik, sementara ini hanya ada 16
distrik yang memiliki puskesmas. Dari 16 tersebut, baru 5 puskesmas yang
memiliki tenaga dokter. kasus kurang gizi bukan hanya terjadi dalam 2-3 minggu
saja, namun bisa terjadi dalam waktu yang cukup lama sehingga menimbulkan
banyak korban.



