Sebanyak sembilan partai politik
secara resmi memberikan dukungan kepada Sri Purnomo dan Sri Muslimatun sebagai
pasangan cabup dan cawabup yang akan maju dalam Pilkada Sleman 2015. Selain
partai yang memiliki kursi di DPRD Sleman, beberapa partai yang tidak masuk
dalam parlemen juga turut merapat ke pasangan tersebut. Ketua Tim Pemenangan
Pilkada PAN, Sadar Narima bilang, sembilan partai tersebut antara lain PAN,
PPP, Golkar, Demokrat, Nasdem, PKB, dan PKS yang hadir sebagai partai pengusung
serta Hanura dan PBB sebagai partai pendukung. Dengan adanya tujuh partai yang
ada di parlemen sebagai pengusung, maka lebih dari lima puluh persen suara di
DPRD dikuasai pasangan ini. Berdasarkan akumulasi suara, pasangan ini
mengantongi 62 persen atau 31 kursi di parlemen. Hal tersebut dikukuhkan dengan
penandatanganan nota kesepahaman sebagai bukti pengusungan yang akan
disampaikan kepada KPU saat penandatanganan. (30/7/2015)
Dinas Pariwisata sendiri mencatat
total kunjungan wisatawan domestik ke Yogyakarta pada tahun 2014 berjumlah 3,4
juta orang. Jumlah tersebut jauh melebihi target yang ditetapkan yakni sebesar
2,85 juta wisatawan dalam satu tahun. Tahun 2015 ini kita berani targetkan naik
10 persen karena ternyata masih sangat banyak agenda pariwisata di Yogyakarta
hingga penghujung tahun 2015 nanti. Sementara untuk wisatawan mancanegara,
Dinas Pariwisata pun merasa sangat yakin jumlahnya akan jauh melebihi tahun
2014 lalu yang totalnya mencapai 370 orang. (30/7/2015)
Meskipun pelaku usaha di kawasan
Malioboro mengaku libur Lebaran yang baru saja usai lebih sepi daripada tahun
2014 lalu, namun ternyata hal tersebut tidak lantas menjadi acuan berkurangnya
kunjungan wisatawan ke Yogyakarta. Kepala Dinas Pariwisata DIY, Aris Riyanta bilang,
dengan total hari libur yang cukup berbeda di bandingkan dengan tahun 2014
lalu, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta selama libur Lebaran tahun
ini tidaklah mengalami penurunan. Meskipun belum memiliki data jumlah wisatawan
hingga pertengahan tahun 2015 ini namun pihaknya menilai bahwa membedakan yakni
lokasi pariwisata yang mulai tersebar tidak hanya tersentral di kawasan
Malioboro seperti tahun-tahun sebelumnya namun di lima kabupaten kota di DIY. (30/7/2015)
