Warga Godean Sleman membuat es
tradisional disebut es panda. Es serut yang dibuat dari serutan es batu halus
dengan sebuah stik es krim sebagai pegangannya. Disajikan dengan berbagai rasa
buah seperti stoberi, melon dan coklat. Mbak Sipon bilang, dahulu tiga produsen
es legendaris Yogyakarta pernah menjadi tumpuan harapan hidupnya memproduksi es
yang sangat digemari era 70-80an tersebut. Es Panda yang dibawanya berharga Rp
2.000. Dalam sehari terjual 90 potong es panda. (30/7/2015)
Para pemudik yang kembali ke
perantauan usai merayakan Lebaran di Gunungkidul diperkirakan membawa keluarga
atau warga ke perantauan. Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi
(Dinsosnakertrans) Gunungkidul memprediksi
25 persen pemudik membawa sanak
saudaranya merantau. Kepala Dinsosnakertrans Gunungkidul Dwi Warna Widi Nugraha
bilang, jumlah pencari kerja usai lebaran memang belum dipastikan. Mengingat
para pencari kartu kuning justru menurun dibandingkan tahun lalu. Sekalipun
pada saat cuti bersama dibuka layanan pencari kartu kuning, tidak terjadi
peningkatan permintaan. (28/7/2015)
