Jeruk
mandarin menjadi sajian wajib saat Tahun Baru Imlek, karena dipercaya akan
membawa keberuntungan, kemakmuran dan kebahagiaan. Jeruk dalam bahasa Mandarin
berasal dari kata Chi berarti rezeki dan Zhe yang berarti buah. Chi Zhe
diartikan sebagai buah yang mendatangkan rezeki. Menjelang Tahun Baru Imlek
yang jatuh pada tanggal 31 Januari 2014, permintaan jeruk asal Negeri Tirai
Bambu meningkat. penjualan meningkat 60 persen. Pembeli mulai ramai biasanya 1
minggu sebelum tahun baru imlek, bisa mencapai lebih dari 100 orang . Jeruk
mandarin berkisar seharga Rp. 30.000,00 per kilo.
Kebutuhan
cacing jenis lumbricus rubellus cukup tinggi sebagai bahan obat tradisional dan
kosmetik. Warga Wirobrajan Tirul Handari, bilang untuk membudidayakan cacing
jenis ini menggunakan bekas media tanam jamur komsumsi (baglog). Media hidup
untuk cacing ini ditempatkan di keranjang buah maupun ember yang telah diberi
kain maupun karung di bagian dalamnya. Setiap keranjang dibudidayakan 3 ons
bibit cacing. Cacing-cacing yang dibudidayakan dibeli di kawasan Pakem. bibit
cacing dibeli seharga Rp 65.000/kg. (16/1/2014)
