Berbagai kerajinan dari kuningan,
aluminium dan tembaga diminati masyarakat jogja maupun wisatawan lokal. Kerajinan
berupa cetakan kue, lonceng dan aneka kerajinan lainnya dibanderol dengan harga
mulai Rp 10.000,- hingga Rp 350.000,-. Untuk tempat sirih sendiri dijual hingga
Rp 500.000,-. Meskipun mahal, barang kerajinan laris dipasaran, bahkan
pelanggan dari India dan Singapura banyak yang membeli untuk dijadikan
oleh-oleh. Selain mudah dalam hal perawatan kerajinan kuningan dan tembaga juga
lebih awet. (3/9/2013)
Untuk mempermudah proses pengolahan
biji melinjo menjadi emping, mahasiswa UNY membuat mesin Automatic Sangrai
Melinjo. Alat sangrai berupa tabung bergerak, dan pemanas dilengkapi tombol
mode auto dan manual. Sehingga pengguna dapat menentukan kematangan yang
diinginkan. Jika menggunakan mode auto, alat sangrai akan mengeluarkan melinjo
panas, siap dikupas, dalam waktu yang ditentukan. Selain proses pengolahan
lebih mudah, lebih cepat, emping yang dihasilkan menggunakan mesin ini memiliki
kualitas yang bagus. Karena emping dibuat dari biji mlinjo yang ditumbuk sesaat
setelah dikeluarkan dari tempat menyangrai. Sehingga dalam 100 gram melinjo yang
biasanya mengandung 66 kalori, 5 gr proterin, 13,3 gr karbohidrat, jika dibuat
emping maka dalam 100 gr terdapat 345 kalori, 12 gr protein dan 71,5 gr
karbohidrat.( 3/9/2013)
